Siswa SMPIT Widya Cendekia Tampil Dalam Forum Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026

Siswa SMPIT Widya Cendekia Tampil Dalam Forum Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026

SIT Widya CendekiaKemampuan berpikir kritis dan keberanian berbicara dalam bahasa Inggris membawa Ahmad Hanif Suryadanu Kusumah, siswa kelas 9A SMPIT Widya Cendekia, tampil dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 29-30 Agustus 2026 di Holiday Inn Pasteur, Bandung. Hanif mengikuti AYIMUN pada kategori UNICEF Junior untuk peserta usia 12-15 tahun, dan mengambil peran sebagai delegasi Australia dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam AYIMUN, peserta mengikuti simulasi sidang PBB dengan memilih negara yang ingin mereka wakili. Setiap peserta kemudian membahas isu tertentu dari sudut pandang negara yang dipilih dan bekerja sama dengan peserta lain untuk mencari solusi. Dalam kesempatan ini, Hanif memilih Australia dan membahas isu “The Virtual Roadblocks: Safeguarding Children’s Safety and Security in Online Video Games”.

Kesempatan ini tidak datang begitu saja. Informasi mengenai AYIMUN diketahui melalui unggahan Instagram @internationalglobalnetwork yang dilihat oleh ibunya. Hanif kemudian mengikuti seleksi melalui Zoom dengan menjawab sejumlah pertanyaan dalam bahasa Inggris, seperti negara yang ingin diwakili, hobi, cita-cita, hingga alasan dibalik pemilihan negara tersebut. Kemampuan bahasa Inggris, pengetahuan geopolitik, serta kemampuan berpikir kritis menjadi bagian dari proses penilaian hingga akhirnya Hanif dinyatakan lolos.

Sebagai delegasi Australia, Hanif membahas berbagai risiko yang mengancam keamanan anak dalam penggunaan video game secara daring, mulai dari online grooming, kecanduan perjudian, hingga penyebaran data pribadi. Dari sudut pandang Australia, ia membawa gagasan coregulation, yaitu kerja sama antara pemerintah dan perusahaan game untuk menciptakan ruang bermain yang lebih aman bagi anak. Ia juga mengangkat konsep safety by design, yakni penerapan sistem keamanan sejak awal pengembangan sebuah platform atau permainan, sehingga perlindungan anak tidak hanya bergantung pada pengawasan pemerintah semata.

Persiapan menjadi salah satu bagian yang cukup menantang bagi Hanif. Dibantu Ayahnya, ia melakukan riset secara mendalam karena materi yang dibahas harus berdasarkan data dan sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk memahami isu yang akan dibawa dalam forum, Hanif membaca lebih dari 100 artikel dan mempersiapkan berbagai informasi mengenai Australia. Selain melakukan riset, ia juga berlatih public speaking dengan melakukan simulasi berbicara secara mandiri.

Meski proses persiapannya cukup melelahkan, Hanif justru mendapatkan pengalaman yang menurutnya berbeda dari kompetisi pada umumnya. Ia merasa setiap peserta memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam simulasi, menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan membangun relasi dengan peserta lainnya.

“Menurutku seru sih pengalamannya, karena dibanding kompetisi, AYIMUN lebih ke kayak beneran simulasi melakukan sesuatu. Soalnya beneran semua orang terlibat, semuanya berbicara. Habis itu realistis juga, enggak kayak based on aturan banget. Ada juga bagian yang enggak pakai aturan dari chair atau jurinya, jadi kita bisa ngobrol bebas. Tapi pakai bahasa Inggris sih jadi agak susah. Nah, tapi dengan itu bisa berteman sama banyak orang, nambah relasi, ngobrolnya juga seru,” ujar Hanif.

Pengalaman Hanif dalam mengikuti forum tersebut turut didukung oleh kebiasaan yang ia dapatkan selama bersekolah di SMPIT Widya Cendekia. Ia mengaku Speaking Class membantunya terbiasa menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi. Selain itu, pembiasaan public speaking dalam kegiatan pembelajaran di sekolah membuatnya lebih siap ketika harus berbicara di depan peserta lain.

“Speaking Class itu ngomongnya pakai bahasa Inggris, jadi pas di sana juga sudah lumayan kebiasa ngomong bahasa Inggris sama orang lain. Terus di Wicend juga lumayan banyak pelajaran yang mewajibkan muridnya melakukan public speaking. Jadi pas sudah di depan tuh ya lumayan lancarlah,” tutur Hanif.

Keikutsertaan Hanif dalam AYIMUN 2026 menjadi pengalaman yang mempertemukannya dengan isu global, kemampuan berbahasa Inggris, riset, public speaking, serta peserta dari berbagai latar belakang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Hanif sekaligus inspirasi bagi siswa SMPIT Widya Cendekia lainnya untuk berani mencoba berbagai kesempatan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Semangat dalam mengejar cita-cita dan tujuan kalian, karena pasti enggak ada yang mudah. Harus semangat,” pesan Hanif.

Facebook
X
LinkedIn
Pinterest
Facebook
WhatsApp
Telegram
Print

yuk terbitkan artikelmu di website dan mading kami

ICT (Information Creativity and Technology) SIT WIDYA CENDEKIA © Copyright 2020. Last Updated 2026. All Rights Reserved.

Bangga! Alumni Widya Cendekia, Apachara Putri Yusuf Jadi Pembawa Baki 1 pada Upacara Penurunan Bendera Kota Serang 2026

Bangga! Alumni Widya Cendekia, Apachara Putri Yusuf Jadi Pembawa Baki 1 pada Upacara Penurunan Bendera Kota Serang 2026

SIT Widya CendekiaKabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar Widya Cendekia. Apachara Putri Yusuf, alumni Widya Cendekia lulusan tahun 2025, terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Serang tahun 2026.

Pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Apachara dipercaya menjalankan tugas sebagai Baki 1 di Pasukan 8, bagian dari Pasukan Nala, dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih. Penugasan tersebut berlangsung pada 17 Agustus 2026 di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.

Kepercayaan sebagai Baki 1 tidak datang begitu saja. Apachara melewati proses seleksi dan persiapan panjang, mulai dari rangkaian latihan, pembinaan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdik), hingga masa karantina di asrama bersama anggota Paskibraka lainnya. Rangkaian proses tersebut turut membentuk rasa percaya dirinya, hingga akhirnya ia dipercaya mengemban salah satu tugas penting dalam upacara penurunan bendera.

“Prosesnya cukup panjang, menjadikan saya bisa lebih percaya diri, dan memiliki lika-liku yang membuat saya yakin bahwa saya bisa di posisi tersebut,” ujar Apachara.

Selama menjalani rangkaian kegiatan Paskibraka, Apachara juga dipercaya rekan-rekannya untuk menjadi “Bu Lurah” dalam kegiatan Desa Bahagia peran yang menempatkannya sebagai pembimbing bagi teman-temannya, mulai dari masa persiapan, penugasan 17 Agustus, hingga berakhirnya masa tugas sebagai anggota Paskibraka.

Sebagai bagian dari Pasukan Nala, Apachara dan rekan-rekannya turut menghadapi berbagai dinamika selama masa latihan. Ia mengakui, sempat ada beberapa kendala yang menjadi bahan evaluasi bersama. Namun, seluruh anggota pasukan berusaha mencari solusi agar hal tersebut tidak terulang.

“Dalam latihan memang sempat ada kendala yang menjadi bahan perbincangan dari kita. Akan tetapi, kita sebagai satu kesatuan mencari solusi dan jalan keluar agar tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Di balik pencapaiannya hari ini, Apachara menyimpan perjalanan panjang bersama Widya Cendekia. Ia menempuh pendidikan di Widya Cendekia sejak tingkat SD hingga SMP, sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya. Sejumlah kebiasaan yang ia jalani semasa sekolah masih terus ia bawa hingga sekarang.

“Saya masih mengingat tentang keseharian saya di Wicend, mulai dari shalat berjamaah, tadarus, hingga proses pembelajaran yang seru dan dimengerti,” tuturnya.

Kebiasaan disiplin, kebersamaan, dan nilai-nilai yang ia pelajari selama di Widya Cendekia terus menjadi bekal dalam setiap tahap perjalanan yang dijalaninya, termasuk saat mengemban amanah sebagai Baki 1 Paskibraka Kota Serang.

Keluarga besar Widya Cendekia turut bangga atas pencapaian Apachara Putri Yusuf. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa perjalanan seorang siswa tidak berhenti setelah meninggalkan bangku sekolah, melainkan terus tumbuh dan berbuah di jenjang-jenjang berikutnya.

Semoga pencapaian Apachara dapat menjadi inspirasi bagi Sahabat Wicend untuk terus berusaha, berani mengambil kesempatan, dan memberikan yang terbaik dalam setiap proses yang dijalani.

Facebook
X
LinkedIn
Pinterest
Facebook
WhatsApp
Telegram
Print

yuk terbitkan artikelmu di website dan mading kami

ICT (Information Creativity and Technology) SIT WIDYA CENDEKIA © Copyright 2020. Last Updated 2026. All Rights Reserved.