news

MEMAKNAI HARI PMI 2026, MENUMBUHKAN SEMANGAT KEMANUSIAAN MELALUI PMR WIDYA CENDEKIA

Setiap 17 September, Indonesia memperingati Hari Palang Merah Indonesia. Tahun ini, Palang Merah Indonesia (PMI) genap berusia 81 tahun dan mengusung tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, yaitu sebuah ajakan yang menggambarkan tahapan kepedulian hingga menjadi aksi nyata. Peduli dimaknai sebagai upaya melihat, mendengar, dan merasakan kondisi sesama. Bergerak berarti mengubah kepedulian tersebut menjadi tindakan. Sementara itu, bersama menegaskan bahwa dampak yang lebih besar dapat tercipta melalui kolaborasi.


Tema tersebut menyiratkan satu hal penting, yaitu kepedulian bukanlah sesuatu yang cukup dirasakan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan dan diperkuat melalui kerja sama. Semangat kemanusiaan tentu tidak tumbuh dalam semalam. Oleh karena itu, nilai tersebut perlu dikenalkan sejak dini, dilatih secara berulang, hingga akhirnya menjadi kebiasaan.


Di Widya Cendekia Kota Serang, proses penanaman nilai itu berlangsung melalui kegiatan Palang Merah Remaja (PMR), yaitu wadah bagi siswa untuk belajar peka terhadap kondisi sesama, memahami cara menolong, serta menyiapkan diri menghadapi situasi darurat. Sebelum menengok lebih jauh kegiatan tersebut, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu perjalanan panjang organisasi yang hari ini kita peringati kelahirannya.

 
Perjalanan Berdirinya Palang Merah Indonesia

 

Gagasan untuk membentuk organisasi Palang Merah yang dikelola oleh bangsa Indonesia mulai diperjuangkan sejak 1932 oleh Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan. Meskipun demikian, gagasan tersebut sempat mengalami penolakan pada masa pemerintahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang. Pada akhirnya, kesempatan tersebut baru benar-benar terbuka setelah Indonesia merdeka.


Pada 3 September 1945, Presiden Soekarno menginstruksikan pembentukan badan Palang Merah Nasional. Instruksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan Panitia Lima pada 5 September 1945. Setelah itu, Perhimpunan Palang Merah Indonesia resmi berdiri pada 17 September 1945 dengan Drs. Mohammad Hatta sebagai ketua pertama. Dengan demikian, tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Palang Merah Indonesia.


Sejak berdiri, PMI menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti membantu korban bencana dan konflik, memberikan pelayanan darah, pelayanan kesehatan dan sosial, serta pendidikan dan pelatihan kepalangmerahan. Seluruh kegiatan tersebut berlandaskan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.


Lebih dari sekadar mengenal sejarah dan peran PMI, peringatan Hari PMI juga dapat menjadi momentum untuk mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi muda. Kepedulian terhadap sesama, kesukarelaan, kesiapsiagaan, dan kemauan untuk membantu merupakan nilai yang dapat ditanamkan melalui pengalaman sehari-hari.


Salah satu ruang untuk mengenalkan nilai tersebut kepada siswa adalah Palang Merah Remaja (PMR). Di lingkungan sekolah, PMR menjadi wadah bagi siswa untuk mempelajari kepalangmerahan sekaligus belajar menerapkan kepedulian melalui berbagai kegiatan.


Melatih Kepedulian Melalui Aksi Nyata

 

Nilai-nilai tersebut kemudian diterapkan melalui kegiatan PMR di SMPIT Widya Cendekia Kota Serang. Setiap Jumat, anggota PMR mengikuti latihan rutin di sekolah untuk mendalami berbagai materi kepalangmerahan. Pembinaan tersebut kemudian diperkuat melalui Diklat PMR yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Markas PMI Provinsi Banten.


Diklat tersebut dirancang untuk membekali siswa dengan keterampilan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi bencana. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi mengenai ruang lingkup PMI secara menyeluruh, yaitu mulai dari tugas dan fungsi organisasi, struktur keanggotaan, proses menjadi relawan, hingga berbagai kegiatan kemanusiaan yang pernah dijalankan. Di samping itu, siswa juga dikenalkan pada persoalan-persoalan nyata yang kerap dihadapi relawan di lapangan beserta solusi yang biasa ditempuh untuk mengatasinya.


Materi tersebut kemudian diuji melalui praktik langsung berupa perlombaan Kesiapsiagaan Bencana. Perlombaan ini menjadi sarana untuk mengukur sejauh mana peserta memahami materi PMR yang selama ini telah dipelajari dalam latihan rutin di sekolah.


“Tujuannya untuk membekali keterampilan siswa dalam kesiapsiagaan ketika mengalami kondisi terjadinya bencana,” ujar Pembina PMR Widya Cendekia Kota Serang.


Lebih dari keterampilan teknis, sekolah juga menaruh harapan pada pembentukan karakter siswa melalui kegiatan ini.


“Kami harapkan dari kegiatan Diklat PMR ini peserta bisa lebih peka dan peduli terhadap sesama teman serta kondisi lingkungan sekitar, dan juga bisa menjadi siswa yang lebih disiplin dan siap siaga dalam kondisi apa pun,” lanjutnya.


Agar nilai kepedulian tersebut tidak berhenti sebagai teori, Widya Cendekia Kota Serang menghadirkan ruang penerapan yang nyata dalam keseharian siswa melalui program piket penjagaan UKS. Anggota PMR mendapat giliran bertugas secara berkala dan bergantian setiap hari, dengan tugas utama membantu teman-teman yang sakit atau mengalami luka di lingkungan sekolah.


Melalui program inilah siswa belajar bahwa menolong bukan sekadar kemampuan, melainkan kebiasaan. Mereka dilatih untuk tanggap ketika ada teman yang membutuhkan, disiplin dalam menjalankan tanggung jawab, serta terbiasa mengambil peran tanpa harus menunggu diminta.


Peringatan Hari PMI setiap 17 September menjadi pengingat bahwa kepedulian dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Delapan puluh satu tahun perjalanan PMI menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan berawal dari kepekaan terhadap kondisi sesama. Kepekaan tersebut pun dapat ditumbuhkan dari ruang kelas, koridor sekolah, hingga meja UKS.


Semangat “Peduli, Bergerak, Bersama” tidak hanya hadir pada satu hari peringatan, melainkan tumbuh melalui pengalaman sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari membantu teman di UKS hingga berlatih menghadapi kondisi bencana, siswa Widya Cendekia Kota Serang memiliki ruang untuk membangun karakter yang peduli, disiplin, dan siap membantu sesama.


Sumber

 

Palang Merah Indonesia. (n.d.). Sejarah. https://www.pmi.or.id/about-us/history

detikNews. (2026). Tema dan logo HUT ke-81 PMI hingga rangkaian peringatannya. https://news.detik.com/berita/d-8661824/tema-dan-logo-hut-ke-81-pmi-hingga-rangkaian-peringatannya

detikKalimantan. (2026). Kapan Hari Palang Merah Indonesia, 3 atau 17 September? Ini jawabannya. https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8661492/kapan-hari-palang-merah-indonesia-3-atau-17-september-ini-jawabannya?page=2

Facebook
X
LinkedIn
Pinterest
Facebook
WhatsApp
Telegram
Print

yuk terbitkan artikelmu di website dan mading kami

ICT (Information Creativity and Technology) SIT WIDYA CENDEKIA © Copyright 2020. Last Updated 2026. All Rights Reserved.