"Pendidikan Al-Qur'an dan Pembentukan Karakter"
Berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an serta membentuk karakter siswa dengan nilai-nilai yang kuat dan bermanfaat.
Click Here
"Pengembangan Kemampuan Intelektual"
Berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan intelektual siswa melalui berbagai metode dan kegiatan yang mendukung pembelajaran yang mendalam dan berkelanjutan.
Click Here
"Keterampilan dan Kolaborasi Global"
Mengembangkan keterampilan kritis, komunikatif, kreatif, dan inovatif pada siswa, serta mendorong kolaborasi dalam lingkungan multikultural yang inklusif untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan global dengan iman dan pengetahuan yang kokoh.
Click Here

news

Hujan Dalam Pandangan Al-Qur’an

A. Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang paling menakjubkan. Hujan juga disebut sebagai suatu peristiwa turunnya butiran butiran air dari atmosfer ke permukaan bumi. Selain itu hujan juga merupakan rahmat dari Allah swt. Allah swt menyebutkan “hujan” dalam al-Qur’an sebanyak 55 kali. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwasanya hujan adalah bagian terpenting yang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat untuk alam beserta isinya.

B. Adapun mekanisme hujan didasari dengan 4 peristiwa, yaitu sebagai berikut:

  • Tahapan penguapan (Evaporasi).

Air dari laut, sungai, danau, dan permukaan bumi lainnya menguap akibat panas matahari menjadi uap air.

  • Tahap pengembun atau kondensasi

Uap air naik ke atmosfer, mengalami pendinginan, lalu berubah menjadi titik-titik air kecil yang membentuk awan.

  • Pembentukan awan

Titik-titik air di awan berkumpul dan membesar. Semakin banyak uap air yang mengembun, semakin tebal dan gelap awannya.

  • Presipitasi atau turunnya hujan

Ketika titik-titik air di awan sudah terlalu berat, gravitasi bumi menariknya turun sebagai hujan.

  1. Ayat tentang Hujan

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا ۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۚ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً طَهُوْرًاۙ

Artinya: “Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan). kami turunkan dari langit yang suci

2. Tafsiran QS. Al-Furqan [25]: 48

Menurut Quraish Shihab (dalam tafsir Al-Misbah) mengenai QS. Al-Furqan ialah sebagai berikut:

  1. Allah menundukkan angin untuk menggerakkan awan sebagai tanda (kabar gembira) bagi manusia bahwa rahmat Allah (yaitu hujan) akan segera turun.
  2. Kemudian, Allah menurunkan dari langit air yang sangat bersih air hujan yang pada dasarnya “suci” baik secara fisik maupun simbolik, dapat digunakan untuk bersuci atau memberi kehidupan.
  3. Air hujan ini dihubungkan dengan makna kesucian, pembaruan, dan rahmat bahwa manusia mendapat nikmat besar dari Allah berupa air yang menyuburkan tanah, memberi minum makhluk hidup, serta menyucikan dalam aspek ritual.
    1.  

Penutup: kesimpulan artikel diatas ialah Allah tidak akan menurunkan sesuatu jika tanpa alasan, seperti halnya hujan. Dibalik kata hujan ada rahmat yang Allah berikan untuk semua makhluk dimuka bumi ini, baik manusia, hewan serta tumbuhan, jadi buat kalian semua, stop mencela hujan ya apalagi sampai menganggap bahwa hujan bagian dari ujian yang tidak diinginkan.

Facebook
X
LinkedIn
Pinterest
Facebook
WhatsApp
Telegram
Print

yuk terbitkan artikelmu di website dan mading kami

ICT (Information Creativity and Technology) SIT WIDYA CENDEKIA © Copyright 2020. Last Updated 2024. All Rights Reserved.